Kau tahu, tiap manusia bagaikan
dua sisi mata uang. Tersimpan sisi mulia dan gila dalam tiap jiwa-jiwa.
Terkadang, aku ingin sekali menjadi jahat, pelit, egois, ganas dan mematikan.
Namun, apalah daya aku tak mampu dan mungkin takkan pernah mampu. Cinta telah
membuatku simpati pada manusia. Kepekaan rasa membuatku memahami hati mereka.
Pemahaman membuatku kaya sudut pandang. Karenanya, banyak hal-hal yang
kurahasiakan. Menyimpan rahasia-rahasia membuat kepalaku penuh suara, ditambah
lagi pemahaman yang terus saja meluber dalam kepala.
Kau tahu, aku menulis karena
cinta. Selain itu menulis kujadikan relaksasi. Sebentuk terapi. Kelak, mungkin
akan kutumpahkan semua. Semoga saja. Namun, pelan-pelan ada proses dan masanya.
Sekadar pengingat untuk kubaca. Pengukir tawa andai usia bertambah. *
291016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar