Sabtu, 29 Oktober 2016

HA HA!

Hidup masih saja serupa, koplak dan gila. Mendadak aku menjadi ulat. Bangun pagi. Ulat gemuk bulat. Tidak! Pasti ini mimpi. Aku tak bisa melompat! Aku tak bisa meloncat! Mimpi? Aku tak bisa melompat. Tak bisa meloncat. Tolong! De javu? Tubuhku berat. Ya sudah, aku berguling-guling.

Giling-giling. Giling-giling. Puji anjing kepalaku pusing. Akhhh....! Aku telanjang gemuk bulat. Hei… pakaianku mana? Siapa yang ambil? Mana? Beraninya! Tapi, untuk apa aku pakaian? Seekor ulat gemuk bulat berpakaian, aneh. Loh, aku kan malu, masak telanjang begini, setidaknya biar terlihat rapi. Sudah, telanjang saja. Aneh. Tunggu, aku ini siapa? Aku? Bukan, aku. Kamu... ulat gemuk bulat. Aku tahu, sebelumnya aku siapa, saat jadi manusia. Kamu tidak penting. Oh, jadi begitu. Baik. Lantas kamu ini siapa? Lupakan. Kenapa dilupakan? Sudah waktunya kita lupakan tentang aku. Namaku. Tempatku. Waktu. Sifatku. Semua itu membuat kaku. Membatasiku; tak membebaskan. Puji aku. Sudah waktunya kita menabrak batasan. Jangan! Kenali batasan. Marilah aku rayakan. Jangan! Ya, kurayakan sendiri. Percantik bukan persetan. Tak peduli, bukan setan. Hihi! Astaga!

Duh, hidup masih serupa, koplak dan gila. Membulat tawa. Pecah di udara. Amin.*


0616

Tidak ada komentar:

Posting Komentar