Selalu dan selalu sepanjang waktu
kaum bullshit di luar sana
menasehati dirimu, memberi cuap-cuap manis yang ingin kamu dengar. Betapa
lembut betapa menghilangkan dahaga kau mereguknya. Terlupa bahwa nasehat
terbaik ada dalam dirimu, di hatimu. Dan kemudian kamu sadari (atau mungkin tidak
sama sekali) bahwa semua yang disuapkan kaum bullshit itu hanyalah kepalsuan. Gelas
pun tandas dalam kekecewaan.
Hidup itu pilihan. Jodoh harus
diperjuangkan. Sukses harus dikejar. Pilihan hari ini menentukan nasib esok
hari. Haha! Sampai kapan kita sedia belajar mengakui bahwa hidup bukanlah
pilihan. Segala sesuatu telah dikondisikan dengan sempurna. Suatu kekuatan Maha
Dahsyat yang mengkondisikan segalanya. Kukatakan padamu, hidup adalah tentang
penerimaan yang dikondisikan. Pernahkah kita memiliki pilihan dalam hidup (dan
mati)? Memilih terlahir sebagai apa, di mana, kapan, keadaannya, bagaimananya,
dan sebagainya? Kalau saja bisa memilih, saat ini aku memilih menikmati senja sembari
merokok dan menghirup segelas besar kopi di Pantai Lanikai - Hawaii. Namun, nyatanya aku ada di sini. Berada
di rumah orangtuaku yang nyaman dan tenteram. Menuliskan basa-basi ini. Kalau
bisa memilih, apa iya kamu memilih membaca tulisan ini ketimbang keinginan
lainnya? Nyatanya saat ini kamu dikondisikan untuk membaca basa-basi ini.
Bukankah begitu? Hihi. Bahkan, menerima tuhan atau menerima tidak bertuhan pun
adalah pengkondisian, bukanlah pilihan. Ada
rentetan sebab yang dikondisikan agar mengakibatkan demikian. Semua dimainkan mesra
secara halus dan indah. Tanpa curiga. Diperdaya seolah-olah kita kuasa.
Hidup adalah penerimaan yang
dikondisikan, sambutlah dengan cinta dan sukacita. Tertawa saja, mengalir saja.
Tak perlu rencana ini itu. Bagaimana bisa kuharapkan setahun ke depan adalah
kepastian sedang sedetik setelah ini belum kudapatkan. Biarkan semuanya
mengalir. Apapun yang terjadi maka terjadilah. Kenikmatan hadir dalam misteri,
hal-hal yang tidak pasti (kalau sudah pasti tentu tidak asik lagi). Terima, syukuri,
dan nikmati. Di situlah keajaiban terjadi. *
1016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar